Jika kita melihat kembali lima tahun belakangan ini, perkembangan teknologi web semakin cepat bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Framework (software memudahkan para programmer membuat aplikasi web) pengembangan aplikasi web juga tumbuh cepat. Belum lagi google perusahaan teknologi yang memang dulunya lahir sebagai aplikasi web, menambahkan banyak fitur dalam Chrome agar para pengembang web dapat menerobos batasan dalam aplikasi web.

Beberapa tahun yang lalu kita juga mengenal istilah responsive design (sebuah metode atau pendekatan sistem web desain bertujuan memberikan pengalaman yang optimal dalam berbagai perangkat, baik mobile maupun komputer meja) yang sering dibawa-bawa oleh pengembang web dalam menawarkan jasanya. Responsive design waktu itu memang suatu yang sebaiknya dimiliki oleh website. Sekarang ini website bisa dikatakan ketinggalan jaman, atau bahkan bisa disangka artefak jika desainnya tidak responsif.

Di tahun 2019 tren teknologi web sudah beralih ke teknologi yang lebih canggih dari sekedar desain yang responsif. Berikut ini adalah tren teknologi web yang bisa kedepankan dalam portfolio sebagai pengembang web.

Progressive Web Application

Progressive Web Application (PWA) adalah teknologi yang paling berpengaruh dalam pengembangan aplikasi web. Secara singkat PWA adalah aplikasi web yang memiliki experience layaknya aplikasi native baik mobile atau desktop. Experience ini dapat berupa push notification, dapat dibuka secara offline, serta akses terhadap hardware yang ada di device seperti GPS, kamera, dan sensor-sensor yang lain.

Teknologi ini diinisiasi oleh Google. Seperti yang kita ketahui bahwa selain Android, Google juga memiliki operating system yang dipakai di laptop dengan harga terjangkau yaitu Chrome OS. Pada dasarnya Chrome OS ini adalah sebuah browser yang dijadikan operating system dengan kernel Linux di dalamnya. Jadi agar environment Chrome OS ini tidak miskin aplikasi Google berusaha mendorong para web developer untuk menjadikan PWA sebagai standar aplikasi web. Selain itu, kabarnya Google juga sedang mengembangkan Fuchsia OS (sebuah operating system mirip Chrome OS tapi untuk perangkat mobile) yang disiapkan untuk menggantikan Android. Berikut ini beberapa contoh aplikasi yang sudah menggunakan teknologi PWA antara lain; Alibaba, Twitter, dan The Washington Post. Anda yang berminat bisa mengikuti pelatihan PWA dari Inixindo Jogja, jika ingin bisa mengembangkan web dengan teknologi ini.

Accelerated Mobile Page

Bagi anda yang mengenal Google News, aplikasi milik Google ini tersedia di Android dan iOS. Aplikasi ini memiliki fungsi membagikan berita ke pengguna sesuai dengan minat dari penggunanya. Konten yang dibagikan oleh Google News tersebut merupakan konten yang telah mendukung format Accelerated Mobile Page (AMP). AMP adalah sebuah framework pengembangan web minimalis. Hanya HTML dan CSS saja dalam halaman web AMP tidak ada Javascript.

Misi dari AMP adalah muatan halaman web dalam waktu kurang dari dua detik. Oleh karena itu, penggunaan AMP cocok untuk halaman berita dan blog di mana konten artikel atau foto menjadi elemen utama. Selain itu, keuntungan sebuah halaman web yang mendukung format AMP adalah SERP. AMP sangat berpengaruh terhadap ranking halaman web di Google Search. Bukan rahasia lagi jika algoritma web crawler yang dimiliki Google sekarang lebih mengutamakan performa web sebuah eksternal link.

Voice Search Optimization

Voice search memang fitur yang masih jarang dimanfaatkan oleh orang Indonesia. Home speaker pintar dari Amazon, Apple, atau Google bukan barang yang dicari. Memang fitur Google Assistant atau SIRI terpasang secara default di perangkat Android atau iPhone, tapi karena terkendala oleh masalah bahasa masih jarang orang Indonesia yang memakai fitur ini. Namun seiring dengan berjalannya waktu, AI dari masing-masing voice assistant tentunya akan semakin pintar karena terus akan mempelajari bahasa selain Bahasa Inggris.

Voice search optimization merupakan metode optimasi halaman web agar pengguna dapat melakukan interaksi dengan halaman web tersebut melalui suara. Sebenarnya Voice Search Optimization memiliki tujuan agar sebuah web dapat menjangkau siapa saja termasuk tuna netra. Dalam voice search API terdapat dua komponen yaitu speech recognition dan speech synthesis.

API First Development

Konektivitas antar aplikasi sudah menjadi suatu hal yang semestinya di jaman di mana hampir semua orang menggunakan aplikasi dalam aktivitas sehari-hari. Integrasi antar dua aplikasi atau lebih ini biasanya sering dimanfaatkan oleh website e-commerce dengan melakukan integrasi pembayaran, pengiriman, lokasi, ataupun kurs mata uang. Semuanya memanfaatkan teknologi yang disebut application programming interfaces (API).

API bukan teknologi baru, yang baru di sini adalah development yang berbasis API. Lalu apa bedanya. Biasanya pengembangan aplikasi atau web tidak terfokus pada API. Pengembangan API sering kali dianggap sebagai proyek sampingan yang tidak memiliki proses desain, pengembangan, dan testing yang baik.

Pada development tradisional proses yang biasanya terjadi adalah; Tim R&D menciptakan desain aplikasi. Tim back-end developers mengerjakan prototype sementara tim yang lain seperti QA dan front end menunggu. Setelah prototype jadi tim QA dan front end mendapatkan akses dan langsung bekerja. Jika terdapat penambahan fitur, atau pun improvement, siklus di atas akan berulang.

Demikian teknologi web yang akan menjadi tren di 2019. Bagi siapa saja yang ingin membuat project web app tidak ada salahnya untuk belajar lebih dalam mengenai teknologi yang sudah disebutkan diatas tadi. (ist, berbagai sumber).

Image by : www.career.du.edu